Showing posts with label KIsah hidup. Show all posts
Showing posts with label KIsah hidup. Show all posts

Wednesday, July 28, 2010

Melas apa Eman Eman ?

Nganggo judul melas apa eman eman kue sebutan nggo terminal papat nang bandara Sukarno Hatta sing di bangun khusus nggo jalur bali para pekerja Indonesia sing pada kerja nang luar negeri. Jere si niate pemerintah apik bene wong sing tes bali kang luar negri diaman na nang terminal papat bene aman tekan calo calo bandara sing pada nglemboni.
Akeh wong Indonesia sing ora pada ngerti anane terminal papat mergane anu jarang di beritakna nang media apamaning lokasine sing adoh kan terminal loro dadi ya jarang ana sing ngerti kecuali wong sing kerja nang luar negri sebagai buruh (TKI/TKW)

Terminal papat Sukarno Hatta lokasine wis bener bener udu nang lokasi bandara wis adoh banget nang njaba, ibarate persis banget kaya karantina sing bener bener keterlaluan! “Wong sing tes bali kang luar negri angger uwis mblebu meng terminal papat, aduh aja ngarep bisa di jemput nang anggota keluargane atopun bojone karena terminal papat nggawe aturan kudu nganggo transportasi bandara nganti umah sing pastine ora gratis ya kudu mbayar he..he...

TKI/TKW sing mlebu meng terminal papat jere si anu pendataan, tapi menurutku sing ngalami nganti mlebu meng terminal papat si ora kayakue kenyataane. Pertama tekan terminal loro numpak bis khusus dianterna meng terminal papat, sampe terminal papat sedurunge mudun bis sekitar 10 menit nang petugase di ceramahi sing jere kudu nuker duit lah apa kirim barang lah nganggo jasa pengiriman barang nang bandara. Seuwise mudun bis gari kon meng konter ngaweh paspor bene di tulis alamat umah sesuai papor, nang petugase di takoni alamat desane di catet nang computer bene mengkone pas tuku tiket bis sesuai karo tujunane ora usah mawi di takoni alamate maning “hmmm kayakue yahh”.

Hufttt esih ana maning seuwise di takoni alamate trus kon tuku tiket bis bandara, eh mari kue ana petugas sing nggeret nggeret prentah kon mlebu meng ruangan, lah aku kan bingung ana apa maning kon ngapa? Eh takon malah di gentak “Gari mlebu mengko tulih ngerti kon nagapa! Mbarang wis nang njero ngerti ora kon ngapa? Aseeeemmmm!!! Mung di takoni, “mbak…. Kerja nang Hongkong pirang taun? Nggawa dolar apa ora? Nek nggawa di tukarna nang kene baen, kie penukaran resmi nek mbak nukar nang njaba mengko di lemboni. Aduh mangkele atiku karo petugase sing mbentak kae mau, mbarang ngerti kon mlebu mung di prentah kon nukar dolar tok.

Esih ana maning gari kon ngantri koper di udun uduna kan bis huhhhh! Mbarang koper wis nang tangan gari kon ngantri panggilan numpak bis segrombol ana wong 8 dadi ya kudu ana wong 8 nembe di berangkatna meng daerah tujuan nganti umah.

Heran terminal papat kie tujuane apa? Mudahna pemerintah olih penghasilan apa anu melindungi? Wis kerja adoh adoh ninggalna keluarga anak bojo eh bali meng negarane dewek malah di kayakuekna persis kaya narapidana. Masa biaya bis Jakarta nganti Cilacap 480.000 pokoke larang ora larang ya ora nana pilihan maning sebab angger uwis mlebu meng terminal papat ora bakal bisa metu kecuali kue siji jalan keluare.

Ora nana bedane di bubarna terminal telu tp di gawe maning terminal papat sing intine ora beda adoh isine karo terminal telu! Petugas karo preman ora bisa di bedakna.

Sunday, March 29, 2009

Terimakasih Toek Seorang Bernama Kuper


Kisah sedihku tidak berakhir disitu, dimana ada kesedihan disitu pasti ada hikmah dan kebahagiaan. Ketika pikiran ini benar benar tidak kuat menghadapi segala yang terjadi pada diri ini maka apa yang disekitarku akan selalu yang menjadi imbas serta getahnya. Website Cilacap Online dotcom yang pernah jadi sasaranku ketika aku benar benar drop dan down.

Berbagai masalah yang terjadi selain dengan keluarga dan suami ternyata masalah website yang aku sama sekali tidak mengerti menambahku stress, ketika situs tersebut ada masalah dan aku tidak bisa menghandalnya dan orang orang yang aku percaya menghianati janjinya maka aku semakin bingung kmana aku meminta bantuan untuk memperbaikinya dan pada saat pikiran ini benar benar gak kuat dengan semua yang terjadi itu, maka tanpa sadar dan emosi tinggi maka website tersebutpun dihapus semua dari cpanel. Semua user, artikel dan emailpun hanya dalam beberapa menit hilang.

Website tersebut dengan susah payah dibangun dan dana yang begitu banyak jutaan rupiah hilang dalam sekejap mata. Hingga pada ahirnya seseorang datang membantu membangun ulang lagi web tersebut hingga sekarang. Dari dia aku banyak belajar tentang Joomla, dengan cara penulisan artikel dan penataanya serta image image yang dipasang.

Dari dia juga aku belajar tentang install website dan update joomla. Dia yang selalu membantu memperbaiki Cilacap Online dot Com caranya dia membantu adalah memberikan keterangan begini dan begitu untuk melakukannya sehingga dia bukan cuman membantu saja tetapi mengajariku bermacam macam tentang website joomla maka dari itu aku mulaih mengerti dan mandiri sehingga apabila ada sedikit masalah aku masih bisa menghandalnya. tetapi banyak hal yang belum aku pelajari dan tidak mengerti tentang ini itu dalam joomla, maka aku akan selalu minta bantuannya untuk memperbaikinya.

Walaupun dia bukan orang Cilacap tetapi tidak mempengaruhinya untuk membantu dalam memperbaiki website tersebut yang isinya kebanyakan adalah mengandung daerah Clacap.

Terimakasih itu yang selalu ingin aku ucapkan padamu.

Sifatnya yang aneh sudah aku mengerti karena ketika dia sedang baik maka akan membantu dan menyapa, tetapi kalo rasa males sedang menghampirinya walaupun disapa dan ditanya juga diapun gk akan menjawabnya. Nah ketika saat itulah aku semakin mengerti dan dengan website karena ketika aku membutuhkan bantuan tetapi tak seorangpun bisa dimintain pertolongannya maka dengan keras aku akan semakin belajar untuk mengerti dengan mencari penyelesaiannya di mbah Google :D www.cilcap-online.com dari web ini aku banyak belajar terimakasih untuk seorang yang selalu menyebut dirinya Kuper dan terimakasih juga untuk orang orang yang selama ini membantuku dan mengajariku berbagai tentang dunia maya



Kisah Hidupku Pertama

Lama sekali gak posting dengan kisah cerita hidupku selama ini. Beberapa akhir bulan ini banyak sekali yang aku alami sedih suka duka dan bahagia serta pengalaman yang begitu berharga

Dibenci difitnah dan disukai begitulah hidup setiap manusia seperti itu juga terjadi padaku beberapa bulan ini, keharmonisan antara aku dan suamiku sudah tiada lagi, rasa emosi curiga dan cemburu selalu menghantui otak dan pikirannya yang semakin menambah diriku ini frustasi. Kata-kata seorang suami pada istrinya yang sepantasnya tidak diucapkan selalu kudengar darinya sehingga membuat hati ini semakin terluka dan semakin tidak ada harapan untuk kedepan

Sengaja diri ini tidak melawan dengan kata kata yang tidak sepantasnya diucapkan, karena aku selalu menahan emosi dengan cara diam tetapi caraku yang diam tidak membalas omongannya membuat dirinya semakin membabibuta dengan tuduhan ini itu dan fitnah yang semakin membuat hati ini sakit

Semakin lama diri inipun semakin tega tidak mengabari bagaimana aku disini dan bagaimana dengan kerjaanku disini. Aku semakin merasa cuek dan masabodoh dengan apa yang terjadi dengan dirinya, walau jauh dalam lubuk hati ini rasa care selalu ada tetapi jika teringat kata-katanya yang begitu menyakitkan membuatku tidak ingin ngobrol denganya walaupun lewat telp dan sms
Sms dan telp yang isinya hanya ribut dan ribut melulu membuatku borring dengan sumpah serapahnya yang seakan dirinya bukan lelaki yang bodoh dan tidak gampang dibodohi dan ketika dia berkata begitu akupun ingin sekali berteriak dan berucap kata-kata yang tidak enak, tetapi aku selalu menahannya karena apa yang akan aku ucapkan pasti membuatnya semakin terluka dan semakin bertambah emosi.

Setiap ucapan kasar yang diucapakan oleh seorang suami ataupun istri akan diingat seumur hidup oleh masing masing karena itulah aku selalu nahan emosi dengan mengucapkan kata kata kasar pada suamiku ketika dia sedang emosi, tetapi aku adalah manusia yang sama sangat lemah mempunyai emosi dan juga benci, jadi ketika aku sudah bener-bener tidak bisa menahannya maka saat itu juga aku akan berucap kata-kata yang kasar juga.

Hati ini selalu berharap kebaikan untuk suamiku, walau bagaimanapun aku yakin suatu saat nanti dia akan menyesali apa yang telah dia ucapkan selama ini cacian dan makiannya. Walaupun aku sakit hati dengannya asalkan tidak menabah kepedihan ini mungkin dengan lambat laun aku bisa melupakan dan memaafkan.